Loading...
close
>

RAPAT MONITORING dan EVALUASI PENCEGAHAN dan PENANGGULANGAN STUNTING KABUPATEN BONDOWOSO

blog images

RAPAT MONITORING dan EVALUASI PENCEGAHAN dan PENANGGULANGAN STUNTING KABUPATEN BONDOWOSO

Rapat koordinasi pencegahan stunting diadakan pada hari rabu tanggal 12 agustus 2020 di ruang rapat badan perencanaan pembangunan daerah , menindaklanjuti rapat – rapat sebelumnya yang telah dilakukan, pada hari ini diadakan kegiatan monitoring dan evaluasi terhadap progres pencapaian yang telah dilakukan OPD yang terkait terhadap pencegahan dan penanggulangan stunting kabupaten bondowoso.

Stunting sendiri adalah masalah kurang gizi kronis yang disebabkan asupan gizi yang kurang dalam waktu cukup lama, akibat pemberian makanan yang tidak sesuai dengan kebutuhan gizi. Rapat tersebut dihadiri langsung oleh kepala bidang sosial budaya badan perencanaan pembangunan daerah Ibu DEWI RAHAYU, SH, Kepala Bidang Kesmas Dinas Pendidikan dr. TITIK ERNA ERAWATI serta kepala sub bidang pendidikan, kebudayaan dan kesehatan Bpk. GEDE BUDIAWAN, S.Sos, M.Si .

Kabupaten Bondowoso ditetapkan sebagai kabupaten lokus stunting pada tahun 2020 berdasarkan analisis data Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan ( TNP2K) yaitu 10 desa ( Bandilan, Walidono, Baratan, Penanggungan, Wonokerto, Tegalmejin, Cindogo, Sumber Tengah, Sumber Wringin, dan Gadingsari). Sedangkan pada tahun 2019 akhir ditetapkan 19 lokus untuk tahun 2020 dengan masih adanya 2 lokus yang terulang yaitu Dawuhan dan Patemon. Lokus 2021 terdapat 22 desa dengan ada 3 DESA YANG TERULANG YAITU Dawuhan, Patemon dan Walidono. Saat ini tim koordinasi percepatan penanggulangan stunting Kabupaten Bondowoso sedang mengkaji penyebab terulangnya desa-desa lokus tersebut.

Dalam rapat laporan akhir Rencana Aksi Daerah penurunan stunting tersebut terdapat beberapa point yang dihasilkan ialah (1) Data stunting Kabupaten Bondowoso pada Rise Kesehatan Dasar (Riskesdes 2013) adalah sebesar 56,40% atau Peringkat 38 dari 38 Kabupaten Kota di Jawa Timur. Sedangkan berdasarkan Riskesdas 2018 berhasil diturunkan sebesar 18,4% atau menjadi 38,00%, hal ini berpengaruh pada peringkat Kabupaten Bondowoso yang naik menjadi Peringkat 30 dari 38 Kab/ Kota di Jawa Timur. (2) memprioritaskan intervensi pada lokus dengan prevalensi stunting yang tinggi pada tahun 2019.


Berita Terkait

product image
PEMAPARAN GEOPARK IJEN…

Berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 9 tahun…

13 Aug, 2020
product image
EVALUASI INDEKS PEMBANGUNAN…

Undang-Undang Nomor 17 Tahun 2007 tentang…

03 Dec, 2020
product image
RAPAT KERJA TIM…

Rapat Koordinasi  Penanggulangan  Kemiskinan Daerah diawal…

16 Jan, 2019
product image
FORUM KONSULTASI PUBLIK…

Pada hari Senin Tanggal 08 Maret…

22 Mar, 2021
product image
KUNJUNGAN DAN RAPAT…

Mengawali tahun anggaran 2018 Bupati Bondowoso…

10 Mar, 2018
product image
RAPAT KOORDINASI PEMBAHASAN…

Kegiatan Pembahasan Rancangan Kesepakatan Bersama Dilaksanakan…

25 Aug, 2020