SEMINAR NASIONAL KETENAGAKERJAAN BONDOWOSO

SEMINAR NASIONAL KETENAGAKERJAAN BONDOWOSO

Bupati Bondowoso secara resmi membuka seminar nasional ketenagakerjaan yang bertema “Peningkatan Kualitas dan Produktivitas Ketenagakerjaan di Kabupaten Bondowoso” pada tanggal 2 Juni 2017 bertempat di Hotel Ijen view. Dalam sambutannya Bupati Bondowoso menyatakan bahwa kondisi ketenagakerjaan di Bondowoso menunjukkan hasil yang positif, salah satu indikatornya adalah menurunnya Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) yang mencapai angka 1,75% sebagaimana rilis data BPS pada tahun 2015.

 Struktur ketenagakerjaan di Bondowoso masih didominasi oleh pekerja di sector pertanian, perikanan dan kehutanan dengan porsi mencapai 60% dari keseluruhan jumlah tenaga kerja. Hal ini tidak terlepas dari kondisi geografis wilayah Kabupaten Bondowoso yang sebagian besar merupakan pegunungan dan perbukitan dengan penggunaan lahan terdiri dari hutan, sawah, perkebunan yang mencapai diatas 80%. Secara umum Kabupaten Bondowoso merupakan daerah agraris.

Selain itu, Bupati Bondowoso berharap dengan adanya seminar dapat memunculkan saran-saran atau masukan yang positif dari segenap peserta yang nantinya dapat untuk memperbaiki penyelenggaraan pemerintahan khususnya kebijakan-kebijakan bidang ketenagakerjaan. Dalam kesempatan ini pula, Bupati Bondowoso meminta kepada Menteri Ketenagakerjaan yang menjadi keynote speaker diacara seminar untuk memberikan masukan dan arahan terkait kebijakan ketenagakerjaan nasional yang diharapkan dapat mendorong kemajuan dunia kerja di Bondowoso.

Sedangkan Menteri Ketenagakerjaan Republik Indonesia M. Hanif Dhakiri dalam arahannya menyatakan bahwa Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) Kabupaten Bondowoso menunjukkan capain yang sangat positif jauh dibawah rata-rata nasional yang berkisar 4%. Oleh karena itu Pemerintah Kabupaten Bondowoso diharapkan dapat meningkatkan kualitas tenaga kerja melalui peningkatan mutu pelatihan.

Menteri ketenagakerjaan mengungkapkan bahwa pelatihan kerja harus dapat mengakomodir seluruh ketrampilan yang dibutuhkan peserta pelatihan tanpa harus dibatasi oleh usia dan pendidikan. Permasalahan yang dihadapi oleh tenaga kerja Indonesia adalah kurangnya ketrampilan kerja. Oleh karena itu pemerintah telah memiliki program pemagangan bagi peserta pelatihan ketrampilan. Program ini diharapkan dapat mencetak tenaga terampil yang secara spesifik menguasai bidang-bidang pekerjaan tertentu.