Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)

Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)
Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku)

Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Bondowoso melaksanakan Rapat Evaluasi Pelaksanaan Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) di Ruang Rapat Racana Praja Pranata, Selasa 27 Agustus 2019 dan kegiatan ini dihadiri oleh Anggota Pokja PKP yang terdiri dari unsur Bappeda, OPD terkait, Askot KOTAKU, Kecamatan, dan Kepala Kelurahan lokasi penanganan KOTAKU.

Rapat yang dipimpin oleh Kepala Bidang Infrastruktur dan Pengembangan Wilayah menyampaikan bahwa Program Kota Tanpa Kumuh (Kotaku) adalah satu dari sejumlah upaya strategis Direktorat Jenderal Cipta Karya Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat untuk mempercepat penanganan permukiman kumuh berdasarkan indikator Kumuh menurut PERMEN PU yaitu : (1) Kondisi Bangunan, (2) Jalan Lingkungan, (3) Drainase Lingkungan, (4) Air Limbah, (5) Air Bersih / Air Minum, (6) Pengelolaan Persampahan, (7) Pengamanan Bahaya Kebakaran, dan mendukung Gerakan 100-0-100 artinya 100 persen akses air minum, 0 persen permukiman kumuh, dan 100 persen akses sanitasi layak. Yang mana program Kotaku ini merupakan transformasi dari PNPM Mandiri Perkotaan.

Tujuan umum program ini adalah meningkatkan akses terhadap infrastruktur dan pelayanan dasar di permukiman kumuh perkotaan untuk mendukung perwujudan permukiman perkotaan yang layak huni, produktif, dan berkelanjutan. Dalam tujuan umum tersebut terkandung dua maksud : (1) Memperbaiki akses masyarakat terhadap infrastruktur dan fasilitas pelayanan di permukiman kumuh perkotaan. (2) Meningkatkan kesejahteraan masyarakat di perkotaan melalui pencegahan dan peningkatan kualitas permukiman kumuh, berbasis masyarakat, dan partisipasi pemerintah daerah.

Selanjutnya Tim KOTAKU menyampaikan terkait luas lahan kumuh Kabupaten Bondowoso:

No

Kelurahan

Kecamatan

Luas Kumuh Awal

(2017)

Luas Kumuh Tertangani

(2018)

Sisa Luas Kumuh

(2019)

1

Blindungan

Bondowoso

32,21

17,38

14,83

2

Dabasah

Bondowoso

5,74

0

5,74

3

Kotakulon

Bondowoso

21,69

20,09

1,6

 

 

 

59,64

37,47

22,17

Berdasarkan hasil evaluasi, indikator terbesar kekumuhan berasal dari aspek persampahan dan air limbah. Untuk itu diperlukan penanganan yang lebih baik lagi, baik melalui program KOTAKU dengan pendanaan BDI maupun kolaborasi program kegiatan yang dilakukan oleh OPD terkait. Untuk itu OPD diharapkan dapat menginventarisasi kegiatan-kegiatan yang dilakukan dilokasi KOTAKU sehingga penurunan terhadap kawasan kumuh dapat lebih terdata dengan lebih baik lagi.