Selasa, 31 Januari 2012 - 18:23:30 WIB

Kunjungan Kerja Bupati Bondowoso 2012 di Kecamatan

Diposting oleh : Administrator
Kategori: Sosial Budaya - Dibaca: 776 kali

Dalam rangka mensosialisasikan APBD Kabupaten Bondowoso Tahun 2012, Pemerintah Kabupaten Bondowoso mengadakan Kunjungan Kerja (Kunker) Bupati Bondowoso bersama Ketua DPRD Kabupaten Bondowoso ke 23 Kecamatan di Kabupaten Bondowoso. Sebagaimana tradisi tahun-tahun sebelumnya, kegiatan Kunker Bupati dilaksanakan secara bergilir per Kecamatan, dan lokasi perdana yang mengawali adalah Kecamatan Pakem. Kegiatan ini menjadi ajang silaturahmi antara Pimpinan Daerah, unsur SKPD Pemerintah Kabupaten Bondowoso, perangkat kecamatan dan desa, serta utamanya dengan masyarakat yang diwakili tokoh masyarakat, ulama, dan perwakilan organisasi sosial kemasyarakatan.

Pada tahun 2012 ini, kegiatan Kunker Bupati Bondowoso, yang disertai oleh Ketua DPRD dan Wakil Bupati, telah menginjak tahun ke-3. Diharapkan Kunker ini bisa efektif sebagai wadah untuk mensosialisasikan kebijakan, program dan kegiatan yang diagendakan dan target-target yang diharapkan pada pelaksanaan pembangunan di tahun anggaran 2012. Sekaligus diharapkan diketahui berbagai permasalahan yang terlah tertangani maupun yang belum tersentuh pembangunan.

APBD Kabupaten Bondowoso Tahun 2012 ditetapkan pada tanggal 22 Desember 2011, sehingga dikatakan pemerintah sangat siap melanjutkan roda pembangunan di tahun 2012. APBD yang relatif ditetapkan paling awal se-Jawa Timur ini, tidak lepas dari peran dan dukungan DPRD. APBD harus melalui pembahasan oleh DPRD dan evaluasi oleh Gubernur Jawa Timur sebelum ditetapkan.Dengan demikian terlihat bahwa antara Eksekutif dan Legislatif sangat kompak memperjuangkan kepentingan masyarakat, demikian salah satu bagian yang disampaikan oleh Ketua DPRD, H. Ahmad Dafir, S.Ag dalam sambutannya.

Bupati Bondowoso memaparkan, bahwa dalam APBD 2012 porsi belanja (langsung maupun tidak langsung) berdasarkan sektor strategisnya masih memperioritaskan bidang pendidikan, dimana porsi bidang pendidikan 48,15%, bidang kesehatan 11,87%, bidang pemerintahan 14,45%, bidang infrastruktur 13,70%, bidang pertanian 4,79%, bidang pengembangan ekonomi 2,70% dan bidang pemberdayaan masyarakat 4,34%. Hal ini sangat konsisten dengan komitmen Pemkab dalam mengentaskan kemiskinan dan ketertinggalan melalui pengembangan SDM. 

Pemahaman masyarakat terhadap permaalahan pembangunan daerah yang kompleks dan berat, serta pemahaman terhadap kemampuan pembiayaan oleh daerah, sangat penting sebagai awal untuk membangun semangat kebersamaan dan saling memiliki terhadap proses pembangunan, serta mendorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan. Walhasil, kelak kemudian pembangunan daerah yang dilaksanakan dan diawasi bersama, dapat nencapai target yang diinginkan sebagaimana tertuang dalam RPJP-D, RPJM-D dan RKPD Tahun 2012. (PraYa)



does sensa work
08 Januari 2013 - 10:13:59 WIB

endorong partisipasi masyarakat dalam pembangunan
Lowongan Kerja Bandung
26 Maret 2014 - 05:50:40 WIB

terima kasih atas info nya

Isi Komentar :

116106

Pengunjung hari ini : 222
Total pengunjung : 29558
Hits hari ini : 493
Total Hits : 116106
Pengunjung Online : 1

Lihat Hasil Poling